Tanjak Asli Khas Kota Palembang Sudah Punah

oleh oleh palembang

SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA

Tanjak khas Kota Palembang ternyata sudah punah. Tanjak yang selama ini sering dipakai bukanlah warisan asli budaya dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Budayawan Palembang Kiemas Anwar Beck kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel mengungkapkan hiasan kepala yang sering digunakan dalam acara seremonial, seperti penyambutan tamu kenegaraan atau pernikahan saat ini adalah hasil modifikasi berbahan songket.

Sedangkan tanjak warisan Sultan Palembang terbuat dari batik Palembang. Seiring perkembangan zaman, tanjak berbahan kain batik sudah mulai ditinggalkan

Awal mula perubahan bahan kain tanjak bermula ketika Presiden Soeharto berkunjung ke Palembang. Tepatnya pada tahun 1967. Agar lebih khidmat, panitia menyiapkan sambutan secara adat Sumatera Selatan (Sumsel) dan ditetapkanlah tanjak.

oleh oleh palembang

Kaos Nyenyes Palembang

Untuk memudahkan, tanjak yang diberikan kepada Presiden RI kedua itu terbuat dari kain songket. Sejak itulah, tanjak songket mulai booming dan diproduksi secara massal oleh pengrajin. Sedangkan tanjak batik warisan Sultan mulai ditinggalkan sejak saat itu hingga kini.

admin