Objek Wisata Palembang

Sejarah Singkat Kota Palembang

Kota Palembang merupakan kota tua, bahkan tertua di Indonesia. Dari bukti sejarah yang ada yaitu prasasti kedukan bukit. Kota ini berdiri pada tahun 683 Masehi pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya. Pada saat itu kota Palembang merupakan kota dagang yang besar, pusat pemerintahan dan pusat pendidikan khususnya agama Budha.

Palembang

Sejarah selanjutnya beralih pada saat masuknya agama Islam ke Palembang yang dibawa oleh para saudagar. Agama Islam semakin berkembang dan semakin kuat pengaruhnya seiring dengan kemunduran kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1552 Ki Gede Ing Suro, seorang bangsawan keturunan Demak mendirikan kesultanan Palembang dan dilanjutkan oleh dinasti kesultanan selanjutnya. Beberapa sultan Palembang yang terkenal antara lain Sultan Mahmud Badaruddin I dan Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin I atau Sultan Mahmud Badaruddin Joyowikromo meninggalkan karya monumental seperti Benteng Kuto Besak, Kuto Lamo dan Masjid Agung, sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan pahlawan nasional dari Palembang yang gigih melawan Balanda.

Kesultanan Palembang mengalami kemunduran setelah datangnya penjajah Belanda pada tahun 1825 kekuasaan Palembang praktis berpindah ke tangan Belanda. Beberapa peninggalan jaman Belanda masih banyak ditemukan antara lain Pertamina Plaju dan Sungai Gerong, Gedung Ledeng (Kantor Walikota Palembang sekarang), perumahan Talang Semut, ruko-ruko di Sekanak dan 16 ilir. Pendudukan Belanda berlangsung sampai dengan datangnya Jepang di Palembang pada tahun 1942. Sejak itu Palembang dikuasai oleh Jepang sampai dengan tahun 1945. Zaman Jepang tidak meninggalkan jejak-jejak yang jelas kecuali kesengsaraan bagi rakyat Palembang.

Berikut Objek Wisata Budaya/Sejarah

1. Kantor Walikota

kantor walikota palembang

Gedung Waterleideng yang saat ini berfungsi sebagai Kantor Walikota Palembang merupakan gedung peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1928. Terletak di Jl.Merdeka yang cukup strategis karena berada di pusat kota dan dekat dengan Sungai Musi.

2. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS)

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Kawasan TPKs ini terletak di kelurahan Karanganyar Kecamatan Gandus. Didalam area kawasan tersebut terdapat situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya antara lain prasasti Kedukan Bukit yang merupakan keterangan mengenai asal-usul kota Palembang. Koleksi lainnya berupa arca kuno, kemudi kapal, keramik kuno dan sebagainya. Mulai dibangun pada tahun 1993 dan diresmikan pada tanggal 22 Desember 1994.

3. Benteng Kuto Besak

benteng kuto besak benteng kuto besak benteng kuto besak benteng kuto besak

Bentek Kuto Besak dibangun berdasarkan gagasan dari Sultan Mahmud Badaruddin I dan pelaksanaan pembangunannya dilaksanakan pada saat pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin (1776-1803). Pembangunan Benteng Kuto Besak dimulai pada tahun 1780 dan selesai pada tahun 1797. Secara garis besar benteng ini berukuran dengan panjang 288,75 meter, lebar 183,75 meter, tinggi 6,20 meter dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng ini selain digunakan sebagai keraton juga dimanfaatkan sebagai daerah pertahanan dalam melawan penjajah Belanda. Pada masa pembangunannya, Benteng Kuto besak dikelilingi sungai-sungai, yaitu Sungai Musi, Sungai Tengkuruk, sungai Sekanan dan sungai Kapuran, akan tetapi pada saat di sungai tengkuruk dan sungai Kapuran sudah tidak ada lagi karena ditimbun oleh Belanda. Letak Benteng ini sangat strategis karena berdampingan dengan Jembatan Ampera dan berada ditepian Sungai Musi.

4. Kampung Kapitan

Kampung Kapitan

Terletak dikelurahan 7 Ulu, Kec.Seberang Ulu 1, merupakan perkampungan khas Cina dan keluarganya. Peninggalan yang masih ada antara lain rumah Kapitan yang sudah berumur ratusan tahun.

5. Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang Masjid Agung Palembang

Terletak di pusat kota Palembang dan berhadapan langsung dengan Jembatan Ampera, sehingga masjid ini juga merupakan salah satu landmark Kota Palembang. Masjid ini dibangun mulai tanggal 1 Jumadil Awal 1151 H (1738 Masehi) dan selesai pada tanggal 28 Jumadil  Awal 1161 H (26 Mei 1748 M). Dalam perkembangannya masjid ini mengalami beberapa perluasan dan perbaikan. Pada tahun 1757 didirikan bangunan menara berbentuk segi enam dengan tinggi 30 m dan diameter 3 m. Perluasan bangunan pertama kali dilakukan pada saat wafatnya Sultan Mahmud Badaruddin I dan dilakukan oleh Sayid Umar Bin Muhammad Assegaf Altoha. Pada tahun 1897 dilakukan perluasan lagi oleh Pangeran Penghulu Nataagama Karta Manggala Mustapa Ibnu Raden Kamaluddin. Perluasan selanjutnya dilakukan pada tahun 1930 dan pada tahun 1952. Pada saat ini luas Masjid Agung sekitar 5.520 m2 dengan daya tampung 7.750 jemaah.

6. Masjid Lawang Kidul dan Masjid Ki Merogan

Masjid Lawang Kidul

Masjid Lawang Kidul

Masjid Ki Marogan

Masjid Ki Marogan

Masjid yang bentuknya serupa ini dibangun oleh Mgs. H.Abdul bin Mgs. Mahmud atau Ki Merogan. Masjid Lawang Kidul terletak di tepi sungai Musi tepatnya di kelurahan 5 ilir, sedangkan masjid Ki Merogan terletak di muara sungai Mogan di Kertapati.

7. Masjid Suro

Masjid Suro

Masjid dibangun oleh  KH. Abdurahman Dalamat pada tahun 1889. terletak di kelurahan 30 ilir, ilir barat II. Yang unik dari masjid ini adalah tiang utama dibuat dari kayu bulat yang sampai saat ini masih masih kokoh berdiri.

8.Klenteng 10 ulu

klenteng 10 ulu

Terletak di kelurahan 10 ulu. Disebut juga dengan Klenteng Soei Goeat Kiang atau Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi. Dibangun pada tahun 1733.

9. Makam Ki Gede Ing Suro

makam ki gede ing suro makam kigede in suro

Terletak di Kelurahan 1 ilir, ilir timur II. Ki Gede Ing Suro merupakan cikal bakal sultan Palembang. Kompleks makam terdiri dari 8 bangunan dengan 38 makam.

10. Makam Sebokingkin

Makam Sebokingkin

Merupakan kompleks makam Pangeran Sido Ing Kenayan dan istrinya bernama Ratu Sinuhun (cucu Ki Gede Ing Suro. Makam tersebut berdampingan dengan makam gurunya yang bernama Habib Muhammad Nur Iman Alfasah yang berasal dari Baghdad. Letak makam di kec Ilir Timur II.

11.Makam Kawah Tengkurep

makam kawah tengkurep makam kawah tengkurep

Kompleks makam ini merupakan pemakaman untuk sultan Palembang beserta keluarga. Dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Terletak di kelurahan 3 ilir, kecamatan ilir timur II. Dimakamkan disini antara lain Sultan Mahmud Badaruddin  I, Guru beliau bernama Imam Sayid Al Idrus, Istri-istri beliau yaitu Ratu Sepuh, Ratu Gading, Liem Ban Nio dan Nyimas Naimah. Ciri khas makam antara lain berbentuk kubah atau kawah yang tengkurep.

12. Bukit Siguntang

Objek Wisata Bukit Siguntang Objek Wisata Bukit Siguntang Objek Wisata Bukit Siguntang Objek Wisata Bukit Siguntang

Merupakan kompleks makam raja-raja Palembang sebelum Islam. Terdapat makam tokoh-tokoh legenda Palembang antara lain Raja Sigentar Alam, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Tuan Junjunagn dan lain-lain. Makam ini terletak di atas bukit bernama Bukit Siguntang di Kelurahan Bukit LAma, kecamatan ilir barat I.

13. Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan rakyat Palembang melawan Belanda yang akan menduduki Palembang kembali. Pertempuran sengit yang terkenal dengan istilah pertempuran Lima Hari Lima MalamTerletak berdekatan dengan Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera.

14. Pemukiman Palembang Lamo

Pemukiman Palembang Lamo

Terletak di Sungai Musi. Menandakan bahwa Sungai Musi merupakan urat nadi perekonomian penduduk sejak lama. Arsitektur terutama berbentuk limas dan berbentuk rumah panggung.

15. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Bangunan yang sekarang ini dijadikan museum merupakan peninggalan jaman kesultanan Palembang. dulunya disebut sebagai Kuto Lamo yang merupakan Kraton Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikramo. Lokasinya berdampingan dengan Benteng Kuto Besak. Koleksi museum antara lain peninggalan-peninggalan jaman Kesultanan Palembang, gambar-gambar perjuangan, berbagai senjata, dll.

16. Museum Bala Putra Dewa

museum balaputra dewa Museum bala putra dewa

Didirikan pada tahun 1977 untuk menyimpan benda-benda peninggalan bersejarah terutama kerajaan Sriwijaya.

 

Kaos Nyenyes Palembang | Kaos Kito Galo

admin

One Response to “Objek Wisata Palembang”

  1. David FA says:

    Mengagumkan dgn byknya peninggalan sejara Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang, namun perlu jg ditonjolkan wisata alamnya khususnya wisata sungai musi dll

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>